Quota 30% Perempuan DPRD Kota Batu

SIMPUL – Pada (16/04) di Kantor Desa Punten Kecamatan Bumi Aji Kota Batu, Talkshow Radio 8 diselenggarakan dengan presenter Dita Arsita (RRI Malang) yang mengantarkan proses dialog tentang “Quota 30% Perempuan DPRD Kota Batu”, Sebagai upaya untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh stakeholders masyarakat Kota Batu, dalam bahwa perjuangan perempuan untuk masuk di DPRD Kota Batu sangatlah sulit, dikarenakan terdapat beberapa faktor, termasuk budaya masyarakat yang masih kental akan paternalistik.

Dalam dialog realita ini, mengundang narasumber diantaranya Mohamad Yusuf dari perwakilan pemuda, Erik Bayu Soraya perwakilan dari LIRA dan Dwi Nawangwulan dari Caleg PDK dan ketiganya adalah peserta Sekolah Demokrasi Kota Batu.


Narasumber pertama, Mbak Wulan, menjelaskan bahwa dengan adanya sistem Pemilu Legislatif ini sebenarnya sangatlah baik, namun ternyata masih banyaknya masyarakat yang justru belum dewasa dan lebih mementingkan kebutuhan sesaat. Al hasil, justru masyarakat akan terus dibodohi dan tujuan ideal tercapainya Quota 30 % tidak terpenuhi khususnya di Kota Batu. Yang pasti, masyarakat sendirilah yang menentukan pilihannya.  

Narasumber kedua, mas Yusuf, menambahkan bahwa memang benar kondisi masyarakat saat ini sangatlah kompleks termasuk dalam mensikapi pelaksanaan Pemilu Legislatif saat ini. Ada yang justru memanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan sekaligus dapat mencederai pesta Rakyat tersebut. Inipun memang tidak bisa menyalahkan satu pihak saja, malainkan perlu adanya koordinasi dan kerjasama dengan semua komponen masyarakat yang ada.

Narasumber ketiga, mas Erik, sebagai anggota LIRA Batu, mempertegas bahwa pelaksanaan Pemilu Legislatif saat ini memang menuai banyak kritikan dari banyak pihak. Untuk itu, berbagai kritikan tersebut hendaknya segera diperbaiki oleh penyelenggara Pemilu dengan sebaik-baiknya. Termasuk untuk DPT, Pengawasan Pemilu, distribusi Logistik, Panitia Penyelenggara,  dan lain – lain.