SIMPUL - Kesehatan adalah salah satu hak mendasar bagi masyarakat di bidang ekosob. Hak ini menjadi salah satu kewajiban pemerintah kepada warganya terutama bagi masyarakat miskin. Sejak tahun 1997 pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin telah dijalankan oleh pemerintah. Pelayanan ini meliputi pelayanan rawat...
Kesehatan adalah salah satu hak mendasar bagi masyarakat di bidang ekosob. Hak ini menjadi salah satu kewajiban pemerintah kepada warganya terutama bagi masyarakat miskin. Sejak tahun 1997 pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin telah dijalankan oleh pemerintah. Pelayanan ini meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap di puskesmas, pelayanan rujukan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Namun banyak menilai pelyanan yang dilakukan pemerintah masih dilakukan setengah hati. Pamahaman program pelayanan hanya dipahami dalam kategori stakeholder pengambil kebijakan, pemberi pelayanan kesehatan dan pengelola dana. Sementara kebutuhan riil bagi masyarakat miskin masih banyak yang terabaikan. Belum lagi jika dilihat dari kualitas pelayaan yang diberikan.
Secara praktik, pelayaan kesehatan gratis ini masih menyisakan beberapa problem yang harus dibenahi. Fakta yang ada dimasayarakat menunjukkan bahwa miskin masih harus mengeluarkan biaya tambahan dalam menerima pelayanan tersebut. Hal ini menujukkan bahwa manajemen pelayanan masih belum dilakukan dengan sepenuh hati. Belum lagi berbagai kendala teknis akibatketerlambatan keterlambatan droping anggaran baik di Pusat maupaun di daerah. Untuk itu isu yang diangkat dalam dalam talkshow kali ini dilakukan sebagai evaluasi atas manajeman pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin.
Kegiatan talkshow radio XII ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 25 Juli 2008 di Studio I RRI Malang. Hadir dalam talkshow ini Miftahul Waris dan Mas Adi Susetyo, yang peserta Sekolah Demokrasi angkatan III. Waris menjelaskan bahwa konsep pelayanan kesehatan masyarakat miskin merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Sehingga, semua warga masyarakat hendaknya diberikan pemahaman tentang kebijakan pemerintah tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Untuk itu, perlu adanya sistem jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin yang benar-benar memberikan kesempatan bagi masyarakat dengan tepat sasaran.
Waris menambahkan bahwa pendataan yang dilakukan oleh pemerintah dalam pelayanan ini tikda memiliki validitas yang layak. Untuk itu, diperlukan adanya singkronisasi antar masing-masing dinas agar mempunyai data (khususnya masyarakat miskin) sama dan bsia dipertanggunjwabkan. Transparansi pendaftaan Askeskin dan dan sosialisasi tempat yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan masyarakat miskin.perlu mendapat perhatian serius sehingga program pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin ini bisa benar-bnenar menyentuh bagi kebutuhan rakyat.
Dalam talk show ini Adi Susetyo menambahkan bahwa data tentang rakyat miskin yang menjadi sasaran program tersebut harus memiliki akurasi dan objektifitas . Selama ini, justru banyak yang miskin tidak mendapatkan kartu Askeskin. Sementara kelompok masyarakat menengah justru mendapatkannya. Ini artinya, pemerintah masih belum menunjukkan kinerja yang baik. Selain pemerintah perlu mengadakan evaluasi yang komprehensif, lembaga yang ditunjuk juga harus tetap menjaga pelayanan yang maksimal. Untuk itu kontrol dan pengawasan dari masyarkat harus dilakukan.
Secara praktik, pelayaan kesehatan gratis ini masih menyisakan beberapa problem yang harus dibenahi. Fakta yang ada dimasayarakat menunjukkan bahwa miskin masih harus mengeluarkan biaya tambahan dalam menerima pelayanan tersebut. Hal ini menujukkan bahwa manajemen pelayanan masih belum dilakukan dengan sepenuh hati. Belum lagi berbagai kendala teknis akibatketerlambatan keterlambatan droping anggaran baik di Pusat maupaun di daerah. Untuk itu isu yang diangkat dalam dalam talkshow kali ini dilakukan sebagai evaluasi atas manajeman pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin.
Kegiatan talkshow radio XII ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 25 Juli 2008 di Studio I RRI Malang. Hadir dalam talkshow ini Miftahul Waris dan Mas Adi Susetyo, yang peserta Sekolah Demokrasi angkatan III. Waris menjelaskan bahwa konsep pelayanan kesehatan masyarakat miskin merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Sehingga, semua warga masyarakat hendaknya diberikan pemahaman tentang kebijakan pemerintah tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Untuk itu, perlu adanya sistem jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin yang benar-benar memberikan kesempatan bagi masyarakat dengan tepat sasaran.
Waris menambahkan bahwa pendataan yang dilakukan oleh pemerintah dalam pelayanan ini tikda memiliki validitas yang layak. Untuk itu, diperlukan adanya singkronisasi antar masing-masing dinas agar mempunyai data (khususnya masyarakat miskin) sama dan bsia dipertanggunjwabkan. Transparansi pendaftaan Askeskin dan dan sosialisasi tempat yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan masyarakat miskin.perlu mendapat perhatian serius sehingga program pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin ini bisa benar-bnenar menyentuh bagi kebutuhan rakyat.
Dalam talk show ini Adi Susetyo menambahkan bahwa data tentang rakyat miskin yang menjadi sasaran program tersebut harus memiliki akurasi dan objektifitas . Selama ini, justru banyak yang miskin tidak mendapatkan kartu Askeskin. Sementara kelompok masyarakat menengah justru mendapatkannya. Ini artinya, pemerintah masih belum menunjukkan kinerja yang baik. Selain pemerintah perlu mengadakan evaluasi yang komprehensif, lembaga yang ditunjuk juga harus tetap menjaga pelayanan yang maksimal. Untuk itu kontrol dan pengawasan dari masyarkat harus dilakukan.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















