Simpul Demokrasi

Friday
Jul 30th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Program Sekolah Demokrasi Media Radio Media Radio I Demokrasi dan Kebebasan Pers

Demokrasi dan Kebebasan Pers

E-mail Cetak PDF

Kegiatan Talkshow VI Sekolah Demokrasi dilaksanakan pada Juli 2006. Talkshow ini diawali moderator dari pihak RRI yaitu bapak Anang untuk mengantarkan tema dialog ini dengan kilasan demokrasi, kebebasan pers dan pemberdayaan masyarakat. Dilanjutkan dengan narasumber pertama, Syamsul Arifin...

Talkshow VI Sekolah Demokrasi dilaksanakan pada Juli 2006. Talkshow ini diawali moderator dari pihak RRI yaitu bapak Anang untuk mengantarkan tema dialog ini dengan kilasan demokrasi, kebebasan pers dan pemberdayaan masyarakat.
 
Dilanjutkan dengan narasumber pertama, Syamsul Arifin, yang memaparkan tentang masalah-masalah pers dan demokrasi. Dan di sambung dengan narasumber kedua, Azizah Hefni, dengan semangat memaparkan bahwa  keberadaan pers di Indonesia masih jauh dari semangat kearifan lokal Indonesia. Karena masih belum adanya satu kesepahaman tentang wacana demokrasi disemua stakeholders di Masyarakat. Dilanjutkan oleh Sutomo yang mencoba untuk mengupas tentang Kebebasan pers yang yang tetap menghargai adanya hak-hak azasi manusia dan lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. Dimana semangat demokratisasi sangtlah penting untuk direalisasikan dalam konteks membangun kesejahteraan masyarakat secara umum. Yaitu adanya sinergisitas dari semua elemen di masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan semangat demokrasi yang yang tetap menghargai adanya hak-hak orang lain. Prinsip-prinsip demokrasi harus dibangun dari semua kalangan, baik di dunia pengusaha, pers, pemerintah maupun di masyarakat itu sendiri.


+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.
+/- Komentar
Tambah Baru Cari

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Averroes Community

Averroes Community: Membangun Wacana Kritis Rakyat