SIMPUL - Kepala Dinkes Kota Batu Wiwik Sukesi, mengakui baru mengetahui adanya kabar DBD mewabah du dua desa yaitu di Desa Pendem dan Oro-Oro Ombo, bukan karena karena instansinya acuh, tapi benar-benar tidak tahu. Pengakuan Wiwik tersebut bisa dibilang berlawanan dengan pengakuan masyarakat yang mengatakan bahwa wabah DBD sudah dilaporkan ke dinkes.
Tak hanya lapor, masyarakat juga sempat meminta agar di dua desa itu segera dilakukan fogging.
"Saya benar-benar tak tahu. Saya akan segera koordinasi dengan kabid-kabid (kepala bidang) yang ada di dinkes untuk membahas masalah DBD," sambung mantan staf di dinas kebersihan dan pertamanan tersebut.
Wiwik juga mengatakan, fogging merupakan tanggungan dinkes. Masyarakat tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun karena dana fogging sudah dianggarkan dalam APBD. Namun, jelas dia, untuk melakukan pengasapan di sebuah lokasi harus mempertimbangkan beberapa syarat. Di antaranya, daerah yang akan di-fogging adalah daerah yang penyebaran penyakitnya sudah mencapai 50 meter.
Bila menilik kejadian di Oro-Oro Ombo dan Pendem, syarat fogging sudah memenuhi unsur. Karena penyebarannya sudah bisa dibilang masal. "Dinkes harus sangat hati-hati untuk melakukan fogging. Karena fogging itu juga bisa menyebabkan berbagai macam kanker," lanjutnya.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|

