Simpul Demokrasi

Thursday
Mar 11th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Kilasan Nasional Berita Nasional Prabowo Beberkan GBK digadaikan

Prabowo Beberkan GBK digadaikan

E-mail Cetak PDF

SIMPUL - Kemarin (30/06) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang disiarkan langsung di TV Swasta Indonesia, kampanye terakhir pasangan dari kubu Mega-Pro yang menyusung partainya PDIP dan Partai Gerindra dalam orasinya menuding pemerintah telah menggadaikan aset kebanggaan nasional tersebut kepada pihak asing, jelas ini adalah kritik keras untuk Pemerintahan SBY.

''Pemerintah sekarang ini luar biasa. Neolib tapi nggak mau mengaku neolib. Gelora Bung Karno warisan pendiri bangsa digadaikan kepada bangsa asing. Rakyat tidak diberi tahu,'' kata Prabowo saat berorasi.

Menurut dia, para elite di Indonesia tidak berhasil menjaga kekayaan Indonesia.

Tak terkecuali, mencegah bocornya Rp 200 triliun setiap tahun di APBN. ''Pemerintah sekarang sudah gagal memenuhi harapan rakyat,'' tandasnya.

Kawasan GBK ini dibangun pada 1960 atas prakarsa Presiden Soekarno sebagai persiapan Asian Games IV. Namanya sempat diubah saat rezim Orba berkuasa menjadi Gelora Senayan. Setelah reformasi bergulir, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengeluarkan Kepres No 7/2001 yang mengembalikan namanya menjadi Gelora Bung Karno.

Seluruh aset di kawasan ini bernilai Rp 51 triliun. ''Namun, hanya sekitar Rp 26 triliun yang bisa digunakan sebagai aset yang dijaminkan untuk penerbitan sukuk,'' katanya. Penjaminan aset negara itu dilakukan pemerintah karena mengalami defisit anggaran yang serius akibat besarnya cicilan utang luar negeri yang harus dibayar. alhasil, Jika memang hal ini terjadi, begitu buruknya pemerintahan kita.

+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.
+/- Komentar
Tambah Baru Cari

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Averroes Community

Averroes Community: Membangun Wacana Kritis Rakyat

Newsletter

 

Nasib Usaha Produk Lokal

SIMPUL - Newsletter  Simpul  Demokrasi  Edisi 44 mengetengahkan  Laporan Utama berupa ...

 

Refleksi Kemerdekaan Indonesia

SIMPUL - Newsletter Simpul Demokrasi Edisi 43 merefleksikan  kemerdekaan  sebagai  upay...

 

Turunnya Harga Susu Rendahnya Kualitas Bangsa

SIMPUL - Newsletter Simpul Demokrasi Edisi 41 Edisi 42 mengangkat fenomena menyedihkan ini...