SIMPUL - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, berencana memasang jaringan pengatur lalu lintas atau “traffic light” yang dilengkapi kamera anti kejahatan di sejumlah jalan di Kota Surabaya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini, di Surabaya, Kamis (28/1/2010), mengatakan, rencana pembangunan jaringan lalu lintas ini masuk draf APBD Surabaya 2010 dan akan direalisasikan pada pertengahan tahun ini.
“Program ini sudah digagas pemkot sejak 2009, kini tinggal pelaksanaannya saja,” katanya.
Menurut Risma, dana yang disediakan pemkot untuk itu terbagi menjadi dua bagian, sekitar Rp 26 miliar untuk Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Komunikasi dan Infromasi (Diskominfo) Rp 16 miliar.
Ia menjelaskan, kamera yang ada di “traffic light” bisa memotret kondisi lalu lintas di semua lokasi perempatan dan pertigaan jalan.
Kamera itu juga difungsikan sebagai pemotret pelaku kejahatan yang sedang terjadi di jalanan kota yang kemudian, direkam dalam kamera dan informasinya dilanjutkan ke kantor polisi.
Pelaksanaan pembangunan jaringan di jalan raya ditangani Dishub, karena instansi inilah yang bertugas memelihara dan mengawasi jalannya operasional lalu lintas kota.
Sedangkan jaringan yang terhubung ke pemkot dan polisi ditangani Diskominfo. Jaringan ini akan dipasang di setiap perempatan di seluruh penjuru kota, mulai dari pusat kota, sampai ke kawasan yang rawan tindak kriminal lainnya.
Penempatan jaringan kamera anti kejahatan ditetapkan di jalan protokol di antaranya di Rungkut, Dharma Husada, Suramadu, Perak, Waru, Margolmulyo, Mayjen Sungkono dan lainnya.
Kamera anti kejahatan ini sudah jelas berbeda dengan alat pengatur “traffic light” yang sudah dimiliki pemkot. Perbedaannya alat pengatur “traffic light” tak dilengkapi kamera dan hanya mengatur kegiatan lalu lintas dalam bentuk rambu-rambu lampu.
Sementara kamera di jaringan lalu lintas ini bisa difungsikan untuk merekam setiap kejahatan yang sedang terjadi. Sehingga bila ada penjahat yang terekam dalam kamera bisa langsung diidentifikasi oleh polisi.
“Langkah ini juga bisa menekan lajunya tingkat kejahatan di Surabaya. Gerak penjahat bisa terdeteksi dan bisa langsung diadakan identifikasi atau penangkapan dalam tempo singkat,” jelas Risma.
Sumber: surya.co.id
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















SIMPUL - Sebagai upaya untuk mengoptimalisasikan fungsi posyandu, untuk kedua kalinya Dinas Kesehatan Kota Surabaya bekerja sama d...
SIMPUL - Kabar akan mundurnya Amien Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan sekaligus berhasrat untuk kembali memegang kendali ...
apakah alat peraga ini dapat diterima...
Anda bisa mendownload Daftar Peserta ...
kok belum diupdate..? padahal skrg tg...
thanks untuk test yang boleh saya iku...
trlalu sngkat............... bza dprp...