SIMPUL - Enam tokoh yang mendaftarkan diri menjadi calon bupati/wakil bupati melalui Partai Demokrat Kabupaten Malang menunjukkan keseriusannya. Keenam calon itu telah mengembalikan formulir dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Termasuk membayar uang pendaftaran Rp 15 juta untuk calon bupati dan Rp 10 juta untuk calon wakil bupati.
Sesuai urutan waktu, A. Subhan yang mendaftar sebagai calon wakil bupati dinyatakan lengkap persyaratan administrasinya pada Senin (22/2) pukul 15.15. Lalu Kridawati Sadana yang mendaftar sebagai calon N-2 melengkapi persyaratan pada Selasa (23/2) pukul 18.00. Disusul dengan Bambang Sugeng yang melengkapi persyaratan pada pukul 20.30. Mantan Kadiknas Kabupaten Malang ini mendaftar sebagai calon N-1.
Pada Rabu (24/2) kemarin, giliran Marsidiek Kasmadi datang sendiri untuk melengkapi seluruh berkas administrasi. Ketua Kosgoro Kabupaten Malang ini mendaftar sebagai calon bupati. Pada pukul 13.30, giliran dr Agus Wahyu Arifin mengembalikan formulir dengan persyaratan lengkap. Mantan Kadinkes Kabupaten Malang ini juga mendaftar sebagai calon N-1.
Disusul kemudian Dicky Sulaiman juga melengkapi berkasnya untuk posisi N-1. Calon yang mengklaim didukung kelompok tani ini melengkapi berkasnya pada pukul 15.00. Selain enam pendaftar itu, hari ini rencananya Imam Zuhdi akan mendaftar di hari terakhir. ''Kami akan berangkat mendaftar besok (hari ini, Red) sebagai cawabup dari posko IZ,'' kata Imam.
Ketua Panitia Pendaftaran Dodik Herdianto mengatakan, waktu pendaftaran kurang sehari. Yakni Kamis hari ini. Siapapun yang akan mendaftar, harus langsung mengembalikan dan melengkapi seluruh persyaratan. Sebab pendaftaran ditutup hingga pukul 16.00. "Kami sudah menentukan tutupnya pendaftaran 25 Februari pukul 16.00," kata Dodik.
Untuk langkah selanjutnya, panitia akan menyerahkan nama-nama pendaftar itu kepada DPC Demokrat. Pihak DPC akan mengirimkan nama-nama tersebut kepada tim sembilan. Barulah Tim Sembilan itu yang menentukan nama jago yang diusung Demokrat dalam perhelatan pilbup nanti.
Sementara itu, tokoh yang diperkirakan bisa menggoyang kekuatan Golkar adalah Marsidiek. Dia merupakan tokoh Golkar lawas. Bapak 67 tahun ini pernah menjabat sebagai anggota DPRD periode 1968-1982 dari Golkar. Dia juga pernah menjabat sekretaris DPD Golkar pada tahun 1980-an. Marsidiek juga mengaku Wakil Bupati Malang Rendra adalah kadernya. "Saya ini orang lawas. Sengaja tidak pasang banner. Kalau yang tidak kenal saya, berarti orang baru," kata Marsidiek. (yos/ziz)
Sumber: Jawapos.co.id
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















