SIMPUL - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang menyesalkan beredarnya film bertema kiamat berjudul 2012. MUI menilai, film yang dibintangi John Cusack itu menyesatkan akidah prinsip umat Islam dan umat agama lainnya. Film berdurasi 157 menit itu seakan-akan sudah bisa menentukan datangnya kiamat pada 2012. Termasuk ada manusia yang bisa lolos dari kiamat.Padahal dalam ajaran Islam dan beberapa agama lainnya, hanya Tuhan yang tahu kapan datangnya kiamat. Termasuk tak ada satu manusia pun yang bisa lolos dari hari akhir itu.
Karena dianggap bertentangan dengan akidah itulah, MUI Kabupaten Malang akan mengirimkan surat kepada MUI Jatim. Surat itu bertujuan untuk meminta fatwa dari MUI pusat. Mereka berharap agar fatwa haram atau fatwa bahwa film itu menyesatkan bisa diterbitkan.
Sehingga film produksi Columbia Pictures tersebut distop peredarannya. Dan tidak sampai mengganggu keyakinan umat Islam di Indonesia. "Dalam ajaran Islam, yang diterangkan soal kiamat adalah tanda-tandanya. Bukan waktunya. Nah, film itu sepertinya sudah menentukan hari akhir dunia ini. Apalagi ada yang lolos. Ini menyesatkan," sesal K.H Mahmud Zubaidi, Ketua MUI Kabupaten Malang usai rapat di Kantor Depag Kabupaten Malang Jalan Raya Gadang, kemarin.
Mahmud menjelaskan, kiamat menjadi salah satu rukun iman. Sehingga semua umat Islam wajib percaya adanya kiamat. Termasuk belum adanya waktu yang tepat akan datangnya kiamat. Apabila ada yang membuat cerita bahwa kiamat sudah dekat (dua tahun lagi), maka akan sangat meresahkan. "Tanda-tanda kiamat dijelaskan oleh Nabi. Itulah yang dipercaya. Kalau waktunya tidak ada yang tahu," katanya.
Bukankah adanya misi peringatan akan datangnya kiamat memberikan dampak positif? Mahmud menilai kalau peringatan itu sesuai tuntutan agama tak menjadi soal. Namun kalau menyimpang, misalnya bisa menentukan waktu datangnya kiamat dan ada manusia yang bisa lolos, maka ajaran itu sudah menyesatkan.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















