Simpul Demokrasi

Friday
Jul 30th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Info Malang Raya Kehidupan Agama Pesantren Menjawab Tantangan Modernisasi

Pesantren Menjawab Tantangan Modernisasi

E-mail Cetak PDF

SIMPUL - Menurut Pengasuh Ponpes Al-Amin, Ustadz Aang Baihaqi atau akrab disapa Gus Aang, pesantren harus berani tampil dan mengembangkan dirinya sebagai pusat pendidikan unggulan. Pesantren tidak hanya mendidik santri agar memiliki ketangguhan jiwa, jalan hidup yang lurus, budi pekerti yang mulia, tetapi juga dibekali dengan berbagai disiplin ilmu. “Santri harus dibekali nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dengan ilmu-ilmu modern,” tandas Gus Aang.

Meski demikian, ia mengaku fungsi pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang melahirkan ulama. Namun demikian, tuntutan modernisasi dan globalisasi

mengharuskan ulama memiliki kemampuan lebih, kapasitas intelektual yang memadai, wawasan, akses pengetahuan dan informasi yang cukup serta responsif terhadap perkembangan dan perubahan.

Pembekalan ilmu ini dapat ditempuh dengan mempelajari tradisi ilmu pengetahuan agama dan penggalian dari teknologi ketrampilan umum dengan menjadikan Al Quran dan al-Sunnah sebagai sumber inspirasi dan rujukan awal. “Karena, tradisi keilmuan dan kebudayaan Islam sangat kaya,” jelas Gus Aang.

Ia katakan, di Ponpes Al-Amin ini, para santri selain dituntut paham ilmu keagamaan juga harus melek teknologi informasi (IT). Jika sudah menyangkut bidang IT, menurut dia, hal itu bukan hanya santri saja, tapi juga para pengajarnya. Ponpes ini juga punya satu ruangan laboratorium komputer dan bahasa. Kendati kelasnya terbatas, tapi bisa dipakai secara bergantian.

Lebih lanjut dikatakannya, pesantren saat ini berhadapan dengan arus globalisasi dan modernisasi yang ditandai dengan cepatnya laju informasi dan teknologi. “Karena itu, pesantren harus melakukan perubahan format, bentuk, orientasi dan metode pendidikan dengan catatan tidak sampai merubah visi, misi dan orientasi pesantren itu,” ujar ia.

Perubahan tersebut hanya pada sisi luarnya saja, sementara pada sisi dalam masih tetap dipertahankan. Eksistensi pondok pesantren dalam menyikapi perkembangan zaman, tentunya memiliki komitmen untuk tetap menyuguhkan pola pendidikan yang mampu melahirkan SDM yang handal. (van)

Sumber: http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=6449

+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.
+/- Komentar
Tambah Baru Cari

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Averroes Community

Averroes Community: Membangun Wacana Kritis Rakyat