Simpul Demokrasi

Friday
Jul 30th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Pendidikan Kompetisi Sain Se-Jatim, Malang Nomor 2

Kompetisi Sain Se-Jatim, Malang Nomor 2

E-mail Cetak PDF

SIMPUL - Kemampuan siswa asal Kota Malang di bidang sains masih kalah dari Surabaya. Paling tidak itu berdasarkan hasil akhir even Sains Joseph 2 Science Competition (SJ2SC) se-Jatim di SMPK Kolese Santo Yusuf 2 kemarin. Jofian Philip Suwatan dan Michael Derian dari SDK Theresia I Surabaya meraih yang terbaik dengan skor 1.450.

Urutan kedua disusul SDN Purwantoro I Malang atas nama pasangan Farah Al Safira-Nabila Putri (750 poin) dan MIN 1 Malang atas nama Koyuki Atifa Rahmi dan Hidayatul Mustafidah (375 poin). Prestasi Kota Malang ini turun dibandingkan dua tahun lalu. Sebab, even yang sama dua tahun lalu, SDK Santo Yusuf III menjadi yang terbaik. Namun tahun 2010 ini, SDK Santo Yusuf III justru tidak memperoleh satu juara pun.


Di even dua tahunan ini, tercatat ada 150 regu yang berasal dari 40 sekolah se-Jatim. Mereka adu kepintaran untuk menyelesaikan soal matematika, fisika, dan biologi. Pada babak penyisihan, dari 150 regu (setiap regu wajib dua siswa) itu, hanya dipilih 15 regu untuk masuk semifinal. Jumlah itu terus mengerucut hingga tersisa lima regu untuk bertarung di final.

"Pada kompetisi ini kami buat persis seperti olimpiade, termasuk sebagian soalnya setara olimpiade," kata Eko Y.H. Fristianto, ketua panitia SJ2SC kemarin.

Even ini memang sangat menguras energi otak dan fisik seluruh peserta. Sebab sejak babak penyisihan, mereka harus menyelesaikan 90 soal dalam tempo 90 menit. Usai penyisihan, 15 regu yang lolos dihadapkan pada pasar modal soal. Seluruh peserta akan memilih sendiri soal untuk matematika, fisika, dan biologi. Setiap soal itu ada yang harga mahal, sedang, dan murah.

Seluruh peserta sudah dimodali uang oleh panitia masing-masing Rp 500 ribu. Bobot soal yang harganya mahal sangat tinggi dan tentu poinnya juga tinggi. Begitu pula sebaliknya. Namun jika setelah memilih soal, namun jawabannya salah, maka poin akan berkurang.

Model yang sama di final dengan lima regu. Setiap peserta diberi kesempatan "taruhan" untuk menjawab soal yang dilempar dewan juri. Bagi yang jawabannya benar, maka ia akan dapat poin dua kali lipat dari nilai taruhan.

Misalnya, satu peserta bertaruh dengan Rp 100 ribu sebelum menjawab soal. Ketika jawabannya benar, maka ia dapat poin menjadi Rp 200 ribu. Sebaliknya yang jawabannya salah, maka uangnya hilang senilai yang ditulis.

"Ini seperti taruhan, namun sebenarnya untuk melatih keyakinan peserta dalam menjawab soal. Kalau mereka yakin jawabannya benar, pasti berani bertaruh dengan uang besar," tandas guru matematika Santo Yusuf ini. (abm/war)

Sumber: Jawapos.co.id

+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.
+/- Komentar
Tambah Baru Cari

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."