SIMPUL - Masa dua bulan ke depan bakal menjadi pertaruhan otoritas pendidikan di daerah. Bila banyak siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional (Unas) maka coreng malu lah yang didapat. Apa pun akan dilakukan untuk menghindari coreng itu.
Setelah memilah tingkat intelijensia siswanya, Dinas Pendidikan Kota Batu kini berencana membina secara khusus 70 siswa dari 10 SMA dan MA se-Kota Batu yang dianggap berpotensi gagal dalam Unas. Mereka dipilih karena nilai mereka selama bersekolah berada di bawah garis ’kemiskinan intelektual’.
Mereka akan digembleng secara khusus di SMAN 1 Batu. Ke-70 siswa ‘pilihan’ ini digembleng lagi sepulang sekolah yakni jam 14.00-17.30 WIB dengan enam mata pelajaran yang diujikan dalam Unas 2010.
Pembinaan khusus ini diharapkan mampu menurunkan angka kegagalan. Setidaknya sejak awal Dinas Pendidikan sudah mengambil langkah antisipasi bagi siswa yang rawan gagal Unas mendatang. “Kami sengaja memusatkan mereka di SMAN 1 Batu, agar memudahkan pembinaan. Semua biaya pembinaan mulai dari insentif guru dan snack akan ditanggung Dindik, orangtua siswa tak akan kami bebani lagi,” ujar Mistin, kepala Dindik Kota Batu, Senin (1/2).
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Batu telah menggelar tes IQ pada seluruh siswa SMA dan SMP untuk memetakan intelijensia mereka. Bila ditemukan banyak siswa yang intelijensianya di bawah rata-rata, Dinas Pendidikan mengaku enggan disalahkan kalau nanti banyak siswa yang gagal dalam Unas.
Sementara SMAN 1 Batu sendiri sebagai tuan rumah tak mengikutkan siswa mereka dalam program khusus dari Dinas Pendidikan Kota Batu itu. Alasannya siswa mereka sudah bagus dan sekolah punya program pembinaan sendiri agar lolos Unas. “Memang tak ada siswa kami yang ikut karena semuanya sudah mampu menuntaskan materi yang ada. Apalagi kami juga sudah punya program khusus sejak awal,” ungkap Pamor Patriawan, Wakil Kepala SMAN 1 Batu bagian Kurikulum, Senin (1/2).
Menurut Pamor, sekolah sudah menyiapkan 7 paket khusus Unas untuk siswa mereka. Resep ini sudah digunakan bertahun-tahun dan terbukti sukses dengan tingkat kelulusan yang tinggi. Misalnya, dalam Unas 2009, hanya satu siswa mereka tak lulus. Input siswa yang lebih tinggi juga membuat kemampuan siswa di SMAN 1 Batu bisa dikategorikan cukup tinggi.
“Paket itu terdiri antara lain bimbingan belajar pendamping dengan pendalaman materi Unas yang diberikan guru dari lembaga Bimbel, ini kami lakukan agar siswa tak bosan belajar dengan guru yang sama sehingga mereka lebih bersemangat,” bebernya.
Berbeda dengan SMAN 1 yang percaya diri bakal menuai hasil baik dalam Unas, MAN 2 Batu malah ketar-ketir. Bagaimana tidak, dari 70 siswa terpilih di atas, 10 di antaranya siswa MAN 2. Sebagian besar dari mereka dipilih gara-gara skor IQ mereka dalam tes yang digelar Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu di bawah rata-rata. Selain itu ada juga faktor nilai Matematika dalam try out yang rata-rata hanya 3.
“Kami memang sedikit khawatir karena selain ada 10 siswa dari 171 siswa juga ada siswa yang masih mendapatkan nilai matematika 4-3,5 yang untuk sementara kami bina di sekolah,” tandas Farhadi, guru matematika MAN 2 Malang-Batu. n rea
Sumber: Surya.co.id
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|




















apakah alat peraga ini dapat diterima...
Anda bisa mendownload Daftar Peserta ...
kok belum diupdate..? padahal skrg tg...
thanks untuk test yang boleh saya iku...
trlalu sngkat............... bza dprp...