SIMPUL - Pendidikan usia dini (PAUD) setidaknya perlu untuk berbenah, mahalnya PAUD yang menjadi persoalan orang tua di Indonesia yang tidak diimbangi dengan proses belajar yang baik untuk siswa-siswinya. di Malang, pendidikan Kreatifitas guru sekarang mulai ditonjolkan dalam mendidik anak usia dini (PAUD) dan tidaklah mudah untuk menjadi guru di level pendidikan anak usia dini tersebut. Guru tidak bisa sekadar memberi materi bernyanyi pada anak yang masih di bawah usia 4 tahun itu. Karenanya guru juga dituntut kreatif memberi pengajaran untuk merangsang daya nalar siswa.Salah satunya dengan membuat permainan kreatif dari berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Misalnya, dengan menggunakan bekas motol air mineral, kardus bekas, dan sedotan. Kemarin 26 guru PAUD beradu kreatif di ajang lomba kreasi yang digelar Himpaudi (Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini) Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bukan hanya kreativitas membuat permainan yang dilombakan, tapi juga dalam mendongeng. "Permainan dan dongeng yang terbaik adalah karya mereka sendiri. Tidak boleh hasil membaca buku karya orang lain," kata Tike Herawati, ketua Himpaudi Dau kemarin.
Dalam lomba itu, beberapa judul dongeng ditampilkan peserta. Di antaranya, Janji Salma, Penyesalan Bony, Kucing Nakal, Ucok dan Ucil, Si Kura-Kura dan Kelinci, serta Si Dogi dan Mo Fish. Sedang kreasi keterampilan misalnya membuat perahu dari bekas botol mineral yang disambung dengan lidi sebagai layarnya. "Yang penting kreasi para guru itu bisa dengan mudah dipraktikkan siswa di PAUD," ungkap Hera.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|




















