Simpul Demokrasi

Saturday
Mar 13th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Info Budaya

Sosial Budaya

39 Tahun Lestarikan Tari Topeng Malangan

39 Tahun Lestarikan Tari Topeng Malangan

SIMPUL - Masih sedikit orang yang terjun sebagai seniman tari. Maklum, profesi ini dianggap kurang menjanjikan. Tapi itu tidak berlaku bagi Chattam Amat Redjo. Pria kelahiran 13 Oktober 1943 itu sudah menekuni menjadi seniman sejak 1958. Bahkan lewat kreativitasnya, Chattam mampu mengenalkan kesenian tari Topeng Malangan ke level Asia.

EKO AGUS PRASETYO

---

Rambut Chattam sudah beruban. Kulit wajahnya pun mulai mengeriput.

Selanjutnya...
 

Nasionalisme Mempertahankan Budaya Bangsa

Nasionalisme Mempertahankan Budaya Bangsa

SIMPUL - Rabu (26/08/2009) program sekolah demokrasi (SD) dengan gardu demokrasinya menyelenggarakan talkshow televisi ke-7 di Batu TV stasiun TV lokal Malang Raya, menggagas tema tentang “Memperkokoh Nasionalisme dengan Mempertahankan Budaya Bangsa”.

Fasilitator out class, Sutomo E. Putro beserta fasilitator pendamping kelompok SD, Rurid Rudianto dan tim pelaksana sekolah demokrasi mengemas acara ini dengan menampilkan puisi –dibacakan oleh Fitri N, nyanyian –di nyanyikan oleh Andik dan Erik Bayu S dan reog ponorogo yang ditampilkan oleh bocah 7 tahun yaitu Agung Krisna Bramesta Jagat Satria dan Muhammad Tegar Albeno asal Songgoriti Batu.

Selanjutnya...

Karnaval Kota Batu 2009

Karnaval Kota Batu 2009SIMPUL - Selasa (18/08), Kota Batu merayakan ulang tahun kemerdekaan RI ke 64 dengan menggelar karnaval yang merupakan hasil apresiasi seni dan budaya warga Kota Batu. Pada acara ini ditampilkan beraneka macam kreasi karya warga Batu yang tentunya biayanya dari iuran warga masing-masing kecamatan-kabupaten. Program Sekolah Demokrasi Kota Batu yang baru 8 bulan bertempat di Kota Batu ini juga turut merayakan karnaval dengan kreasi unik yaitu Gunung Gundul dengan tema cipta pesona lingkungan hidup di Batu yang harus di bangkitkan. Bersama tim pelaksana dan fas dan perwakilan dari peserta sekolah demokrasi mengiringi karnaval tersebut.

Budaya Bewawi yang Terlupakan

Budaya Bewawi yang TerlupakanSIMPUL - Beberapa waktu lalu, Warta Kota sudah menyinggung beberapa kesenian yang pernah memberi warna pada Batavia. Sebut saja Keroncong Batavia,  Wayang Senggol, dan Ubruk. Mempertanyakan bagaimana bisa, folklor Betawi tak pernah terangkat lagi. Tentu saja yang tersebut di atas tak seberapa, karena sebagai kota, Batavia yang berkembang hingga Jakarta ini mewariskan berbagai jenis kebudayaan. Kekayaan yang tak akan habis digali, kemudian dikelola, dipertahankan, diperkenalkan kembali pada khalayak, kepada generasi penerus.

Berbagai jenis warisan tak berwujud itu (intangible), jika disadari dengan sepenuh hati oleh pihak berwenang,
Selanjutnya...

BNN Nobatkan Merjosari Kelurahan Bebas Narkoba

BNN Nobatkan Merjosari Kelurahan Bebas Narkoba

SIMPUL - Satu dari 57 kelurahan di Kota Malang dinyatakan sebagai kawasan bebas narkoba. Kelurahan itu adalah Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Sedang satu kelurahan lagi menyusul dengan poin di bawah Kelurahan Merjosari, yakni Kelurahan Mulyorejo.

Kahumas Pemkot Malang Subkhan mengatakan, terpilihnya Merjosari sebagai kawasan bebas narkoba sebenarnya telah disandang sejak 2007 lalu. Tapi, tahun ini BNN (Badan Narkotika Nasional) tetap menyematkan anugerah tersebut pada kelurahan di kawasan pinggiran Kota Malang itu. ''Kelurahan Merjosari dinilai paling komitmen memberantas sekaligus membentengi wilayahnya dari ancaman narkoba," bebernya.

Selanjutnya...

Keadaan dan Budaya Malang

Keadaan dan Budaya Malang

SIMPUL -  Jumlah penduduk Kota Malang 768.000 (2003), dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun. Sebagian besar adalah suku Jawa, serta sejumlah suku-suku minoritas seperti Madura, Arab, dan Tionghoa.

Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak jaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja Kathedral Ijen (Santa Maria Bunda Karmel), Klenteng di Kota Lama serta Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring.

Selanjutnya...

Grebeg Singhasari, Budaya Malang

Grebeg Singhasari, Budaya MalangSIMPUL - Even tahunan Grebeg Singhasari kembali dilaksanakan pada 30 November mendatang. Even tahun ini juga menjadi momen membangkitkan kebersamaan para seniman di Kabupaten Malang. Ketua Panitia Grebeg Singhasari Sugiyanto menjelaskan, Grebeg Singhasari tahun ini digelar di Kota Kepanjen. Dimulai dari depan Polres Kepanjen dan berakhir di Stadion Kanjuruhan. Semua kesenian khas Malang akan tampil di sepanjang jalan itu. “Ada tayub, jlegur, wayang orang, dan masih banyak lagi.” ujarnya.

Dia berharap, para seniman yang ada di kabupaten bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya memiliki rasa kebersamaan untuk membangkitkan pariwisata di kabupaten. “Tanpa kebersamaan para seniman, mustahil wisata budaya dikabupaten bisa maju,” katanya.
Selanjutnya...
Halaman 1 dari 2

Newsletter

 

Nasib Usaha Produk Lokal

SIMPUL - Newsletter  Simpul  Demokrasi  Edisi 44 mengetengahkan  Laporan Utama berupa ...

 

Refleksi Kemerdekaan Indonesia

SIMPUL - Newsletter Simpul Demokrasi Edisi 43 merefleksikan  kemerdekaan  sebagai  upay...

 

Turunnya Harga Susu Rendahnya Kualitas Bangsa

SIMPUL - Newsletter Simpul Demokrasi Edisi 41 Edisi 42 mengangkat fenomena menyedihkan ini...