SIMPUL - Sebagaimana diderita oleh wanita yang mau melahirkan, proses kelahiran demokrasi di Indonesia pun dibarengi dengan kesakitan, ketegangan, dan kecemasan. Demokrasi adalah "anak yang mahal". Pantas, jika ia dikandung dan dilahirkan dengan penuh kesakitan.
Jalan menuju kejayaan, tampaknya sedang ditempuh oleh paham demokrasi sekarang ini. Di Asia, cengkeramannya tampak mulai menguat, bahkan juga di negara-negara yang totaliter. Termasuk pula Indonesia, yang selama tiga dasawarsa terakhir ini, sadar atau tidak sadar, telah tertindas oleh penguasanya yang berdiktator ria.
Tiba-tiba terjadilah keajaiban yang harus dibayar dengan pengorbanan. Indonesia tersentuh oleh tangan demokrasi, reformasi pecah dan terjadi peralihan kekuasaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Proses kelahiran demokrasi itulah yang hendak diceritakan buku ini melalui analisis peristiwa-peristiwa menjelang reformasi, saat reformasi, sampai dengan pemilihan presiden 1999, yang menghantarkan bangsa kita menuju gerbang demokrasi sesungguhnya. Buku ini merupakan serangkaian kumpulan artikel-artikel penulis. Tulisan dalam buku ini sulit dicerna oleh pikiran pembaca bila hanya dilihat dari satu artikel saja sebab satu artikel ditulis lepas untuk satu kejadian. Namun ketika artikel-artikel tsb dikemas dalam satu buku, tampak adanya benang merah penghubung yaitu proses menuju kelahiran demokrasi yang secara implisit terkandung dalam peristiwa-peristiwa yang disoroti oleh penulis.
Artikel-artikel dalam buku ini sarat dengan analisis budaya, selain mengetengahkan proses demokratisasi ditinjau dari aspek politik, sosial dan ekonomi. Di awal, buku ini menuturkan tentang pergolakan dan perubahan situasi politik negara kita yang ikut mewarnai proses reformasi, diikuti analisis situasi sosial yang penuh kekerasan dan turut mempersulit lahirnya demokrasi, ditambah lagi hambatan-hambatan yang terpatri dalam budaya kita, serta bagaimana proses demokrasi di negara kita melebarkan sayapnya sampai pada tingkat paradigma dan budaya.
Dalam artikel-artikel tersebut tampak kekritisan penulis dalam mencermati peristiwa-peristiwa penting bangsa kita dan diulas kembali dalam bahasa yang mudah dimengerti sehingga tidak membosankan. Isi buku ini cukup signifikan bagi kita yang hendak mempertajam wawasan tentang proses lahirnya demokrasi di Indonesia atau bagi yang ingin menghayati semangat perjuangan melahirkan ‘anak emas’ tsb. Penulis berharap buku ini dapat mendorong kita untuk tidak menyia-nyiakan bayi demokrasi yang telah terlahirkan. Apakah kita mau memdewasakannya, keputusan akhir ada di tangan kita.
Judul : Sakitnya Melahirkan Demokrasi
Pengarang : Dr. Sindhunata
Halaman : 406
Penerbit : Kanisius
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















