
Isu konservasi lingkungan bak gosip yang tak pernah habis digunjingkan. Betapa tidak, isu yang mendunia sejak era 1990-an itu menyinggung kelanjutan hidup manusia seiring dengan waktu. Salah satunya tertuang melalui Buku berjudul The Hot Chicken Soup For GLOBAL WARMING; Refleksi Kritis Pelajar Indonesia Tentang Krisis Lingkungan Hidup. Buku yang berisi dua puluh tulisan ini menggambarkan keprihatinan pelajar Indonesia atas isu perubahan iklim global. Penerbitan buku tersebut sebagai refleksi Indonesia sebagai tuan rumah World Conference Climate Change (WCCC) di Bali pada akhir 2007 lalu.
Judul buku ini diambil dari artikel karya Adhiah Juliarti Harahap. Dia memaparkan soal lemahnya Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui data yang dirilis FAO yang diteruskan Majalah Kawanku edisi 21-27 Mei 2007, dia menyebut Indonesia punya andil merusak 51 kilometer persegi hutan per hari. Kerusakan ini sebanding dengan tiga ratus lapangan bola per jam di Indonesia.
Data itu lantas menahbiskan Indonesia sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia sekaligus tercatat dalam The Guinness book of world records. Bukan hanya itu, dia cukup kritis dengan tesis kedua soal kerusakan lingkungan yang kian parah. Kerusakan yang membikin bumi makin panas itu bakal membuat pembiakan bakteri merugikan makin pesat. Salah satunya salmonella sebagai parasit yang ada dalam makanan.



















