SIMPUL - Banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri seharusnya tidak membuat pemerintah malu. Pemerintah justru harus bangga. Sebab, pemerintah mendapatkan tambahan devisa dari TKI. Bagi TKI, bekerja di luar negeri sangat "menjanjikan". Sebab, kendati hanya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, gajinya lumayan tinggi.Namun, itu terjadi jika mereka beruntung mendapatkan majikan yang baik dan pulang dengan selamat. Kenyataannya, banyak kasus kekerasan yang menimpa TKI atau tenaga kerja wanita (TKW). Contohnya, Nurul Aidah. Perempuan tersebut meninggal. Jenasahnya ditemukan di bagasi mobil. Diduga, dia tewas setelah disiksa majikannya.
Untuk itu, pemerintah perlu menghentikan pengiriman TKI/TKW. Pemerintah juga mesti berupaya memberikan pekerjaan yang seluas-luasnya kepada rakyat. Sudah saatnya pemimpin benar-benar menjadi pelayan rakyat. Semoga tidak ada lagi Nurul-Nurul lain yang digelari pahlawan devisa, tapi pulang tinggal nama.
Sri Retno Ningrum, Desa Keboromo Rt 05, Rw II, Tayu, Pati, Jawa Tengah
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|




















