SEKOLAH DEMOKRASI - Munculnya usulan rumah aspirasi sebesar Rp 209 miliar pertahun,di tengah keprihatinan masyarakat saat ini, justru membuat rakyat murka. Apalagi para politisi Senayan belum menunjukkan kinerja mereka yang pro rakyat.Peneliti Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam mengatakan usulan rumah aspirasi adalah bentuk pengingkaran DPR pada publik, harusnya mereka bisa mengerem rencana yang justru membebani dan pemborosan uang negara. Sejak awal pelantikan, anggota DPR periode ini banyak sekali mengeluarkan dan mengajukan dana, dengan nilai yang selalu fantastis. Tak hanya nominalnya yang besar, tapi penggunaanya serta konsepnya juga tidak jelas.
Sementara Direktur Indonesia Budget Center Arif Nur Alam mengatakan, fraksi maupun anggota DPR yang mendesak dana rumah aspirasi telah merendahkan institusi parlemen. Mereka yang meminta 200 juta (rupiah) per anggota merendahkan institusi parlemen. Juga menunjukkan sikap anggota DPR yang aji mumpung mengeksploitasi duit rakyat..
Artikel Opini
SEKOLAH DEMOKRASI - Perkembangan yang terjadi ditengah kehidupan berbangsa dan berneg...

















