Simpul Demokrasi

Friday
Mar 12th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Artikel Opini

Artikel Opini

Pahlawan Pulang Tinggal Nama

Pahlawan Pulang Tinggal NamaSIMPUL - Banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri seharusnya tidak membuat pemerintah malu. Pemerintah justru harus bangga. Sebab, pemerintah mendapatkan tambahan devisa dari TKI. Bagi TKI, bekerja di luar negeri sangat "menjanjikan". Sebab, kendati hanya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, gajinya lumayan tinggi.

Namun, itu terjadi jika mereka beruntung mendapatkan majikan yang baik dan pulang dengan selamat. Kenyataannya, banyak kasus kekerasan yang menimpa TKI atau tenaga kerja wanita (TKW). Contohnya, Nurul Aidah. Perempuan tersebut meninggal. Jenasahnya ditemukan di bagasi mobil. Diduga, dia tewas setelah disiksa majikannya.
Selanjutnya...
 

Apa Yang Kau Cari, Pak Amien?

Apa Yang Kau Cari, Pak Amien?SIMPUL - Kabar akan mundurnya Amien Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan sekaligus berhasrat untuk kembali memegang kendali Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sungguh sangat mengejutkan. Semula saya hanya mendengar samar-samar kabar itu dari SMS teman. Karena itu, saya tidak begitu yakin terhadap kabar tersebut dan, menurut saya, menjadi hal yang aneh kalau benar. Namun, setelah membaca berita Jawa Pos (06/03/2010), saya serasa sedang bermimpi pada siang bolong. Ternyata kabar itu benar.

Bagi saya, mundurnya Amien dari posisi ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN dan ingin kembali memimpin Muhammadiyah merupakan hal yang terkesan sangat dipaksakan dan kurang pas.
Selanjutnya...

Sempurnalah Korupsi di Indonesia

Sempurnalah Korupsi di IndonesiaSIMPUL - Hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) 2010 yang memosisikan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia-Pasifik dengan nilai 9,07 semestinya bukan sesuatu yang mengejutkan. Tahun ini peringkat Indonesia pertama (sebelumnya 7,69). Dengan skor 9,07 itu, PERC menyimpulkan bahwa korupsi di Indonesia semakin parah, terjadi di semua lembaga dan semua level.

Kesimpulan PERC tersebut bukan dianggap aneh, melainkan hal yang biasa, karena Indonesia memiliki kultur yang aneh. Pejabat negara dan para koruptor tidak ada yang jera. Bahkan, orang yang belum memiliki kesempatan untuk korupsi pun bercita-cita -bila suatu saat ada peluang- akan melakukan hal itu. Budaya seperti itu yang menjadikan penangkapan banyak pejabat, politisi, dan pihak swasta oleh Komisi Pemberantasan
Selanjutnya...
Halaman 1 dari 26

Newsletter

 

Nasib Usaha Produk Lokal

SIMPUL - Newsletter  Simpul  Demokrasi  Edisi 44 mengetengahkan  Laporan Utama berupa ...

 

Refleksi Kemerdekaan Indonesia

SIMPUL - Newsletter Simpul Demokrasi Edisi 43 merefleksikan  kemerdekaan  sebagai  upay...

 

Turunnya Harga Susu Rendahnya Kualitas Bangsa

SIMPUL - Newsletter Simpul Demokrasi Edisi 41 Edisi 42 mengangkat fenomena menyedihkan ini...